SELAMAT DATANG DI BLOG Ilmunnya Andi Nugroho

Rabu, 07 September 2016

JARINGAN DASAR 3.2. MODEL OSI DALAM JARINGAN



Model OSI dalam Jaringan

PENGERTIAN:
Model  Open  Systems  Interconnection  (OSI)  diciptakan  oleh  International  Organization  for Standardization  (ISO)  yang  menyediakan  kerangka  logika  terstruktur  bagaimana  proses komunikasi  data  berinteraksi  melalui  jaringan.  Standar ini  dikembangkan  untuk  industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien.
TUJUAN:
Tujuan OSI ini adalah untuk membuat standar aturan komunikasi sehingga dapat terjalin interkomunikasi dari sistem yang berbeda tanpa memerlukan perubahan yang signifikan pada hardware dan software.
Lapisan OSI


Tujuh lapisan dibagi menjadi 2 sub-kelompok (subgroups).
*       Lapisan 1, 2 dan 3 adalah lower layer (Lower  layer adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual.)
*       Lapisan 5, 6 dan 7 merupakan upper layer (fokus pada  applikasi  pengguna  dan  bagaimana  file  direpresentasikan  di  komputer.).
KEGIATAN YANG DI;AKUKAN  OLEH KE 7 OSI
      Pengirim (encapsulasi)
      Setiap layer menambahkan sebuah “header”, kecuali pada layer 2 yang juga ditambahkan sebuah “trailer”.
      Penerima (deencapsulasi)
      Setiap “header” dan “trailer” dicopot sesuai dengan layernya.

Application Layer

Ø Layer yang berhubungan lansung dengan pengguna.
Ø Menyediakan fasilitas layanan jaringan kepada aplikasi pengguna.
Ø Protokol
      HTTP (Hypertext Transfer Protokol)
      FTP (File Transfer Protocol)
      SMTP (Simple Mail Transport Protocol)
      POP3 (Post Office Protocol ver. 3)
      IMAP4 (Internet Message Protocol ver. 4)
Ø Aplikasi pengguna
      Web server/client
      FTP server/client
      Mail server/client
Presentation Layer

*       Mengatur format data.
*       Mengatur representasi dari data.
*       Menentukan teknik pengamanan data.
Contoh :
*       Konversi format text ASCII untuk dokumen, GIF dan JPG untuk gambar.
*       Enkripsi data
Session Layer

Bertanggung jawab untuk mengendalikan dialog antar node. Suatu dialog adalah percakapan formal dimana dua node sepakat untuk bertukar data.
Session mempunyai tiga fase :
1) Pembentukan hubungan, menyepakati aturan-aturan komunikasi.
2) Pemindahan data, proses pertukaran data
3) Pemutusan hubungan, ketika node-node tidak lagi perlu berkomunikasi (pertukaran data telah selesai).

Transport Layer

*       Lapisan ini memberikan pelayanan secara transparan  dalam hal error recovery dan flow control .
*       Error recovery, yaitu pemulihan setelah terjadi kesalahan dalam pengiriman data, misalnya dengan mengirimkan lagi data yang tidak terkirim.
*       Flow control, yaitu pengendalian arus data.
*       Lapisan transport menjamin bahwa data yang diberikannya pada lapisan session diatasnya dalam keadaan utuh, urut dan tanpa duplikasi serta bebas dari kesalahan.
*       Data pada layer ini disebut segmen.
Network Layer

Bertanggung jawab untuk:
      Menentukan alamat jaringan.
      Menentukan rute yang harus diambil selama perjalanan.
      Menjaga antrian trafik di jaringan.
      Data pada layer ini disebut paket.
      Meneruskan paket ke jaringan yang benar disebut dengan Routing, dan peralatan yang melaksanakannya disebut router.
Data Link Layer

n  Mendefinisikan karakteristik dari media yang digunakan, meliputi:
1.     Jenis media (coaxial, UTP, fiber optik, wireless)
2.     Jenis sinyal (analog/digital).
3.     Konektor (RG 58, RJ 45).
4.     Metode encode/decode sinyal data.
n  Data pada lapisan ini berbentuk sinyal data.

Physical Layer
n  Mendefinisikan karakteristik dari media yang digunakan, meliputi:
1.     Jenis media (coaxial, UTP, fiber optik, wireless)
2.     Jenis sinyal (analog/digital).
3.     Konektor (RG 58, RJ 45).
4.     Metode encode/decode sinyal data.
n  Data pada lapisan ini berbentuk sinyal data.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar